Cara Membuat Desain Kemasan Produk Makanan yang Menarik & Sesuai Standar Industri

Desain kemasan produk makanan memegang peranan penting dalam melindungi isi produk sekaligus memikat perhatian konsumen di rak penjualan.

Faktanya, berdasarkan data riset industri, pengaruh visual dan material kemasan terhadap keputusan belanja konsumen terbukti sangat signifikan di pasar.

“Sekitar 72% konsumen menyatakan bahwa desain kemasan memengaruhi keputusan pembelian mereka, sementara 67% konsumen secara spesifik mempertimbangkan material kemasan sebelum membeli produk.” — Survei US Paper and Packaging Board bersama IPSOS

Riset tersebut juga mencatat bahwa 68% konsumen lebih menyukai kemasan berbasis kertas atau karton daripada plastik, dan 71% lebih memilih merek yang menggunakan bahan kertas.

Cetak kemasan dengan logo brand Anda

PT Karts memproduksi kemasan custom di Tangerang. Minimum order 1.000 pcs, gratis ongkir JADETABEK.

Tanya via WhatsApp

Menimbang sebegitu pentingnya kemasan bagi produk dan konsumen, pertanyaannya, bagaimana cara membuat desain kemasan yang tepat, terutama untuk makanan?

cara membuat desain kemasan produk makanan

1. Riset Kebutuhan Produk dan Kemasan

Tahap awal perancangan harus dimulai dengan membedah karakteristik fisik dan daya tahan makanan. Anda perlu mengidentifikasi apakah produk tergolong makanan kering, berminyak, atau basah yang memerlukan perlindungan khusus dari kelembapan.

Selain ketahanan fisik, Anda harus memetakan seluruh informasi yang wajib tertera pada panel kemasan. Kepatuhan terhadap regulasi label kemasan BPOM merupakan keharusan.

regulasi label kemasan BPOM

Label pangan olahan paling sedikit memuat sembilan keterangan utama, yaitu:

  • Nama produk,
  • Nama dan alamat produsen atau importir,
  • Berat bersih atau isi bersih (netto) ,
  • Keterangan halal (bagi yang wajib),
  • Keterangan kedaluwarsa,
  • Nomor izin edar (NIE),
  • Tanggal dan kode produksi,
  • Daftar komposisi bahan,
  • Asal-usul bahan pangan tertentu.

Dari kesembilan informasi tersebut, 6 informasi utama wajib tercantum pada bagian label yang paling mudah dilihat dan dibaca.

2. Menentukan Material, Ukuran, dan Struktur Kemasan

Setelah memahami karakter produk, langkah selanjutnya adalah memilih jenis bahan dan bentuk kemasan yang paling efisien. Khususnya untuk kemasan makanan berbahan kertas, utamakan jenis kertas food grade yang telah tersertifikasi agar terbebas dari migrasi zat kimia berbahaya ke dalam makanan.

Untuk produk gorengan, kue basah, atau roti bermentega misalnya, Anda memerlukan lapisan kertas greaseproof antiminyak agar kemasan tidak cepat basah dan tembus noda lemak. 

Beberapa pelaku usaha camilan kering juga mempertimbangkan format fleksibel seperti standing pouch kertas kraft untuk kemasan pajang mandiri di etalase.

3. Membuat Dieline dan Mengembangkan Desain Visual

Penyusunan desain kemasan bertumpu pada dieline, yakni pola gambar teknis dua dimensi yang memuat garis potong, garis lipatan, lidah penutup, dan area pengeleman. 

Di atas pola dieline tersebut, terapkan hierarki visual desain kemasan secara runut agar konsumen dapat menangkap identitas merek dan nama varian produk dalam sesaat.

Saat ini, tren pasar banyak menyukai gaya desain kemasan produk makanan simpel dengan tipografi bersih, ruang kosong yang lega, serta palet warna yang menggugah selera makan.

Sebagai referensi praktis bagi tim kreatif Anda, perhatikan contoh desain kemasan produk makanan di bawah ini.

contoh desain kemasan produk makanan

4. Membuat Prototype dan Menguji Die Cut

Jangan pernah langsung meluncurkan desain digital ke lini produksi massal tanpa membuat prototipe fisik terlebih dahulu. Pembuatan sampel bertujuan untuk memvalidasi apakah dimensi boks sesuai dengan volume produk, tidak terlalu longgar, dan perakitannya mudah.

Di Karts, kami selalu mengirimkan contoh kemasan prototipe terlebih dahulu sebelum masuk ke produksi massal. 

Tahap ini sekaligus menjadi jembatan antara perancangan dieline serta proses pemotongan die cut di mesin pabrik. Jika terdapat panel yang bertabrakan, koreksi ukuran dapat segera dilakukan pada file desain.

5. Finalisasi Artwork dan Prepress

Setelah Anda menyetujui bentuk fisik sampel, file desain akan masuk ke tahap finalisasi artwork dan prepress digital. 

Kami memeriksa ulang ketepatan seluruh aset grafis, mulai dari resolusi gambar minimal 300 DPI, konversi teks ke format vektor, hingga pengaturan separasi warna CMYK atau Pantone. 

Setelah itu, operator akan melakukan prepress untuk mendeteksi potensi cacat teknis. Anda dapat mempelajari alur teknis lengkapnya dalam panduan teknis prepress Esko. 

Dengan jasa percetakan kemasan profesional kami, seluruh proses persiapan pelat cetak akan diselaraskan langsung dengan spesifikasi mesin produksi.

6. Proofing Sebelum Cetak Massal

Proofing merupakan benteng pertahanan terakhir untuk mengonfirmasi keakuratan warna dan teks sebelum ribuan lembar karton naik cetak. 

Anda dapat memanfaatkan soft proof berupa simulasi digital untuk memverifikasi tata letak naskah dan informasi legalitas. Pemeriksaan pada lembar cetak meliputi kesesuaian kontras foto produk, ketajaman teks berukuran kecil, serta tampilan efek grafis khusus. 

Lembar proof yang telah Anda sepakati akan menjadi acuan resmi bagi tim produksi kami selama mesin cetak beroperasi.

7. Cetak Massal dan Finishing Kemasan

cetak offset kemasan

Memasuki tahap manufaktur massal, lembaran karton diproses menggunakan mesin cetak offset berkecepatan tinggi dengan registrasi warna yang presisi. 

Pemilihan bahan tinta berkualitas juga menentukan keamanan pangan dan daya tahan visual boks. Oleh karena itu, Karts menggunakan soy ink.

Setelah tinta mengering sempurna, lembaran cetak berlanjut ke lini pemrosesan lanjutan, meliputi:

  • Pelapisan laminasi pelindung atau pernis berbahan dasar air.
  • Pemberian aksen khusus seperti hot stamping foil atau emboss.
  • Pemotongan presisi menggunakan pisau die cut otomatis.
  • Pembuatan garis lipatan (creasing) agar boks mudah ditekuk.
  • Pengeleman samping (gluing) berkecepatan tinggi sesuai pola boks.

8. Quality Control Kemasan

Tahap akhir sebelum produk kami kirim ke perusahaan Anda adalah quality control yang ketat pada setiap batch produksi. Tim kami menguji daya rekat lem, kerapian tepi potongan, ketahanan tumpuk boks, hingga keseragaman saturasi warna cetakan.

Bagi industri makanan, material kemasan wajib memenuhi standar keamanan kontak. Jadi, tahapan ini sangat krusial.

Checklist Desain Kemasan Produk Makanan Sebelum Produksi

desain kemasan produk

Untuk merangkum delapan tahapan di atas, berikut checklist teknis yang wajib Anda periksa sebelum menyetujui jadwal produksi:

  • Analisis karakteristik fisik dan dimensi produk secara akurat.
  • Material karton dan struktur boks sesuai dengan kebutuhan proteksi.
  • Pola dieline teknis berstatus final dan semua pihak sepakat.
  • Posisi desain visual di atas pola dieline sudah tepat.
  • Sampel fisik atau prototipe sudah diuji coba langsung pada produk.
  • Area batas aman teks dan area potong lebihan (bleed) terpasang dengan benar.
  • Informasi komposisi gizi, izin edar, dan kode batang pada label valid.
  • File desain telah lolos pemeriksaan prepress.
  • Lembar bukti cetak (color proof) telah disetujui oleh manajemen.
  • Spesifikasi pelapis permukaan dan bahan lem terverifikasi aman untuk kontak dengan pangan.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa faktor penentu utama ketahanan kemasan makanan saat pengiriman ekspedisi?

Ketahanan boks tergantung pada gramatur kertas, arah serat karton, dan struktur sambungan lipatan.

Bagaimana cara memastikan tinta cetak tidak mengontaminasi aroma produk makanan?

Kami menggunakan tinta bersertifikat pangan bebas minyak mineral, seperti soy ink atau vegetable oil ink, yang memiliki tingkat senyawa organik volatil (VOC) sangat rendah.

Berapa toleransi pergeseran warna yang wajar pada proses cetak offset boks makanan?

Standar industri percetakan umumnya menerapkan toleransi nilai Delta E. Semakin kecil nilai Delta E, semakin mirip warnanya.

Wujudkan Kemasan Makanan Berkualitas Bersama Karts!

Menjalankan proses pembuatan kemasan secara terpisah di beberapa vendor sering kali memicu kendala warna yang meleset, biaya logistik membengkak, dan tenggat waktu molor. Sebagai mitra manufaktur kemasan tepercaya sejak 2011, Karts hadir dengan fasilitas pabrik all-in-one terpadu di Tangerang.

Karts menyediakan pilihan bahan bersertifikat FSC, FDA, Halal, serta opsi tinta nabati ramah lingkungan untuk menjamin keamanan dan mutu produk kuliner Anda. Kami menawarkan garansi jika hasil cetak tidak sesuai spesifikasi, didukung oleh layanan gratis ongkos kirim untuk wilayah JADETABEK. 

Silakan konsultasikan kebutuhan desain kemasan produk makanan bisnis Anda dengan tim kami melalui WhatsApp untuk mendapatkan penawaran harga terbaik.