Die Cutting: Proses di Balik Potongan Rapi Kemasan yang Unik

Tim Karts cukup sering menerima pertanyaan mengenai die cut dari calon pelanggan baru. Sebagian membayangkan alat pemotongnya berupa pisau tunggal yang menyusuri dieline atau pola desain. Padahal, cara kerjanya sama sekali berbeda. 

Die cutting adalah salah satu metode fabrikasi yang sangat krusial dalam manufaktur kemasan custom, terutama untuk memotong material. Kemasan dengan bentuk unik tentu tidak dibuat secara manual, melainkan lewat proses ini.

Supaya Anda punya gambaran, kami akan menjelaskan dasar-dasar seputar die cutting, alat, serta cara kerjanya di industri pembuatan kotak kemasan.

Apa Itu Die Cutting?

Die cutting adalah proses pemotongan material lembaran menjadi bentuk tertentu menggunakan cetakan pisau khusus yang disebut die. Konsepnya mirip dengan cetakan kue, di mana satu cetakan yang ditekan ke material menghasilkan bentuk identik berapa kali pun proses diulang.

Meski namanya cutting, fungsinya bukan sekadar memotong. Dalam satu kali tekan, proses ini bisa menjalankan tugas-tugas lain sekaligus:

  • Through cutting (memotong tembus), 
  • Scoring (membuat garis tekan dangkal), 
  • Creasing (membentuk garis lipat), 
  • Perforating (deretan potongan kecil agar mudah disobek). 

Kombinasi fungsi inilah yang membuat selembar karton datar bisa berubah menjadi struktur kotak yang kokoh.

-3
Kemasan kardus AROMA NUSA dari PT Karts Surya Makmur di Tangerang.

Ada tiga elemen utama yang bekerja bersamaan dalam proses die cut

Pertama, alat die cutting berupa die itu sendiri. Wujudnya berupa rangkaian pisau baja dengan bentuk mengikuti pola desain. 

Kedua, substrat atau material kertasnya, seperti duplex, ivory, art carton, atau corrugated

Ketiga, die cutting press, yaitu mesin yang menghasilkan serta menyalurkan tekanan agar pisau die dapat menembus material secara merata.

Perbedaan Die Cut dan Kiss Cut

Dua istilah ini sering tertukar, padahal hasil akhirnya sangat berbeda.

Pada metode die cut, pisau memotong tembus seluruh ketebalan material sehingga menghasilkan potongan yang benar-benar terlepas dari lembarannya. Ini standar produksi kotak kemasan.

Sementara pada metode kiss cut, tekanan pisau hanya memotong lapisan atas tanpa menembus liner di bawahnya. Teknik ini umum digunakan pada material berperekat, contohnya label produk.

die cut dan kiss cut

Kemasan produk harus menggunakan metode potong tembus karena setiap blank kotak harus terpisah sempurna sebelum masuk tahap pelipatan dan pengeleman.

Jenis Die Cutting Berdasarkan Mekanisme Kerja

jenis die cutting

Berdasarkan cara cetakan pisau menekan material kertas, ada dua pendekatan utama, yang mana sama-sama mampu menghasilkan potongan presisi, yaitu:

1. Flatbed Die Cutting

Flatbed die cutting adalah metode yang menggunakan die datar untuk menekan material secara vertikal ke bidang landasan, mirip gerakan stamping. Lantaran tekanan terdistribusi merata dan gerakannya stop-start, tingkat akurasinya sangat tinggi.

Metode ini cocok untuk material yang tebal dan kaku seperti corrugated, serta desain rumit dengan banyak detail. Biaya pembuatan die-nya sendiri relatif lebih terjangkau sehingga ekonomis untuk produksi kemasan volume kecil-menengah.

2. Rotary Die Cutting

Selanjutnya, rotary die cutting adalah metode dengan die berbentuk silinder yang berputar berlawanan arah dengan anvil roller, sementara material kertas mengalir kontinu di antaranya. 

Tidak ada jeda antar siklus. Jadi, output per jamnya jauh lebih tinggi daripada mekanisme flatbed.

Pendekatan ini ideal ketika pabrik Karts memproduksi kemasan dalam volume besar dengan desain berulang, terutama pada material tipis dan fleksibel. Kelemahannya, biaya tooling lebih mahal dan tingkat detailnya sedikit di bawah flatbed.

flatbed vs rotary die cutting

Mesin Die Cutting Berdasarkan Sistem Pengoperasiannya

Selain dari mekanisme kerja, klasifikasi mesin juga bisa berdasarkan seberapa banyak campur tangan operator dalam prosesnya:

  • Manual: Artinya, operator mengerjakan seluruh proses, dari memasukkan lembaran hingga mengeluarkan hasil potongan. Contohnya, mesin pond press.
  • Semi-otomatis: Sebagian tahapan pakai mesin, sedangkan sisanya tetap dalam pengawasan operator.
  • Otomatis: Mesin die cutting otomatis menjalankan seluruh tahapan tanpa intervensi manual. Konsistensi hasil dan efisiensinya paling tinggi, menjadikan tipe ini standar di industri kemasan modern.

Proses Die Cutting pada Kemasan Produk di Pabrik Karts

proses die cutting

Sebelum jadi satu kotak kemasan, ada rangkaian tahapan die cutting yang kami lakukan. Berikut alurnya secara berurutan:

1. Pembuatan Dieline

Desainer membuat pola menggunakan software CAD, memetakan garis potong, garis lipat, area bleed, dan safe zone.

2. Pembuatan Die Board

Die board terbuat dari kayu. Sinar laser akan membakar dan melubangi papan kayu tersebut mengikuti jalur desain. 

Laser tidak memotong kayu hingga terpisah, melainkan hanya membuat celah sempit yang nantinya menjadi tempat menancapnya pisau baja, lengkap dengan karet ejector untuk mendorong material keluar setelah tahap pemotongan.

3. Pemasangan Die pada Mesin

Selanjutnya, kami mengunci die board pada frame mesin press. Operator melakukan penyetelan tekanan dan registrasi agar potongan sejajar dengan hasil cetak grafis.

4. Pemotongan Material

Mesin mulai menekan pisau ke lembaran material. Dalam satu tekanan, tiga tahapan terjadi bersamaan, yaitu pemotongan, creasing, dan perforasi. Semua sesuai konfigurasi pisaunya.

5. Stripping dan Finishing

Berikutnya, pembuangan sisa material di sekeliling dan bagian dalam potongan. Blank yang sudah bersih lalu masuk ke tahap pelipatan, pengeleman, atau finishing (emboss, hot stamping foil, dan laminasi doff atau glossy).

Keunggulan Die Cut Packaging untuk Produk Anda

Secara umum, die cut menawarkan manfaat besar, baik dari sisi produksi maupun branding, antara lain:

  • Presisi dan konsistensi: Unit pertama hingga unit kesepuluh ribu bisa memiliki dimensi yang tetap identik. 
  • Fleksibilitas bentuk: Memungkinkan adanya tambahan elemen, seperti jendela transparan, handle, insert, atau struktur kotak nonstandar.
  • Efisiensi biaya volume besar: Die bersifat reusable hingga ribuan kali. Dengan begitu, biaya per unit menurun seiring bertambahnya pesanan.
  • Tampilan profesional: Hasil potongannya bersih dan rapi.
  • Kekuatan struktural: Garis lipat yang presisi membuat kotak kemasan terbentuk sempurna untuk dapat melindungi produk secara optimal.

Die Cutting yang Tepat Menghasilkan Kemasan Berkualitas

Kesimpulannya, die cutting adalah proses yang membuat produksi kemasan custom menjadi lebih mudah, cepat, dan hemat biaya dalam skala massal. 

Studi Smithers juga menunjukkan kemasan karton yang menggunakan metode die cut mengalami pertumbuhan di atas rata-rata, melebihi kemasan berbahan plastik atau shrink-wrapped.

Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada pengalaman vendornya. PT Karts Surya Makmur sudah sangat berpengalaman memproduksi kemasan dengan teknologi pemotongan presisi. Jika Anda punya desain kemasan yang ingin diwujudkan, segera hubungi Karts via WhatsApp!