Jenis-jenis kemasan produk itu sangat beragam.
Secara kasat mata, konsumen biasanya cuma mengenal jenis-jenis kemasan produk berdasarkan bahan, seperti kemasan plastik, kaca, kayu, kertas, karton, dll. Namun, perspektif ini hanya mencakup aspek material luarnya saja.
Bagi supplier atau manufaktur, struktur kemasan memiliki hierarki tersendiri. Kemasan terdiri dari tiga lapisan utama, yaitu primer, sekunder, dan tersier.
Untuk mengenali macam-macam tingkatan packaging tersebut, KSM akan mengupas tuntas pembahasannya di bawah ini.
Kemasan Primer (Primary Packaging)
Kemasan primer adalah lapisan terdalam dalam pengemasan produk yang bersentuhan langsung dengan produknya. Sering disebut juga dengan consumer packaging.
Fungsi kemasan di level primer meliputi:
- Proteksi Barrier: Kemasan harus mampu menahan masuknya elemen eksternal yang merusak.
- Wadah: Menjaga bentuk produk, terutama untuk benda cair, gel, atau serbuk agar tidak tercecer selama pemindahan.
- Komunikasi dan Regulasi: Sebagai area untuk menuliskan informasi seperti label nutrisi, komposisi bahan, tanggal kedaluwarsa, dan barcode untuk keperluan kasir.
Selain fungsi teknis, kemasan primer adalah wajah brand Anda.
Studi menunjukkan bahwa elemen seperti warna kemasan memiliki pengaruh signifikan terhadap emosi konsumen. Pemilihan warna yang tepat dapat meningkatkan daya tarik produk dan niat beli konsumen.[1]
Material Kemasan Primer dan Contohnya
Pemilihan material kemasan primer sangat sensitif, terutama ketika membahas jenis kemasan produk makanan.
Regulator industri pangan, seperti BPOM, menetapkan standar ketat. Pemilihan kemasan harus sesuai jenis pangan, di mana tidak semua bahan cocok untuk semua produk karena bisa bereaksi atau memengaruhi kualitas makanan.[2]
Sebagai referensi, berikut contoh kemasan primer berdasarkan bahannya beserta alasan penggunaannya:
- Kaca: Botol atau toples kaca sering digunakan untuk produk farmasi, sirup, dan selai. Kaca tidak bereaksi secara kimia dan kedap gas sehingga sangat baik untuk menjaga sterilitas produk dalam jangka panjang.
- Plastik Fleksibel: Plastik dalam bentuk pouch atau sachet populer untuk produk refill karena ringan dan biaya produksinya rendah.
- Logam (Kaleng Aluminium): Biasanya digunakan untuk minuman berkarbonasi atau makanan kaleng. Logam memberikan perlindungan fisik yang sangat kuat terhadap benturan serta tekanan gas dari dalam.
- Kertas dengan Laminasi: Bahan kertas ivory atau art carton dengan laminasi plastik dan aluminium foil sering ditemukan pada kotak susu atau jus untuk perlindungan maksimal.
Kemasan Sekunder (Secondary Packaging)
Setelah produk aman di dalam kemasan primer, Anda membutuhkan perlindungan sekunder untuk distribusi dan penyajian.
Kemasan sekunder adalah lapisan yang membungkus atau menyatukan kumpulan kemasan primer. Konsumen sering kali berinteraksi dengan kemasan ini saat membeli produk dalam jumlah banyak (grosir) atau menerima paket dari belanja online.
Berbeda dengan kemasan primer yang fokus pada isi produk, kemasan sekunder memiliki fokus ganda, yakni efisiensi logistik dan pemasaran. Fungsi utamanya antara lain:
- Unitizing & Grouping: Memudahkan penghitungan stok.
- Perlindungan Fisik Lanjutan: Kemasan sekunder mencegah kemasan primer bergesekan satu sama lain, misalnya dengan sekat tambahan di dalam kardus.
- Shelf-Ready Packaging (SRP): Di industri retail modern, kemasan sekunder sering dirancang agar mudah disobek dan langsung dipajang di rak tanpa perlu mengeluarkan produk satu per satu.
Di era belanja online, kemasan sekunder sama pentingnya dengan primer.
Fenomena unboxing experience membuktikan bahwa konsumen menghargai kemasan yang estetik dari luar dan dalam. Kemasan yang menarik mendorong mereka untuk berbagi di media sosial.
Itulah kenapa banyak brand menggunakan custom corrugated box alih-alih kardus polos. Pasalnya, mereka bisa mencetak logo dan pesan pemasaran di bagian luar sebagai media branding eksklusif.
Jenis Kemasan Sekunder dan Material yang Populer
Beberapa contoh kemasan sekunder di bawah ini pasti sering Anda temui di pasar:
- Folding Cartons: Kotak karton tipis yang sering digunakan untuk membungkus satu unit produk, seperti kotak pasta gigi, kotak kosmetik, atau kotak obat.
- Shrink Wrap: Plastik tipis yang dipanaskan untuk mengikat sekumpulan produk, sering terlihat pada paket air mineral botol.
- Corrugated Box: Kemasan sekunder paling populer, terutama untuk e-commerce. Strukturnya yang terdiri dari lapisan bergelombang (fluting).
Kemasan Tersier (Tertiary Packaging)
Dalam klasifikasi jenis kemasan produk berdasarkan fungsinya, kemasan tersier seperti unsung hero. Alasannya karena lapisan ini paling jarang dilihat oleh konsumen akhir karena fungsinya murni untuk transportasi massal dan penyimpanan gudang.
Fungsi utama kemasan tersier adalah menggabungkan tumpukan kemasan sekunder (kardus-kardus) menjadi satu kesatuan muatan besar (unit load). Hal ini memungkinkan pemindahan ribuan produk sekaligus menggunakan alat berat.
Tanpa kemasan tersier, proses bongkar muat barang akan memakan waktu lebih lama dan berisiko.
Komponen Utama Kemasan Tersier
Sistem kemasan tersier biasanya terdiri dari beberapa kombinasi elemen. Berikut adalah contoh kemasan tersier standar di industri:
- Palet: Alas dengan struktur datar yang terbuat dari kayu, plastik, atau logam. Palet berfungsi sebagai fondasi agar tumpukan kardus (kemasan sekunder) tidak langsung menyentuh lantai.
- Stretch Film: Plastik film elastis yang dililitkan mengelilingi tumpukan kardus di atas pallet. Fungsinya untuk menjaga kestabilan muatan agar tidak roboh saat palet diangkat.
- Strapping Band: Tali pengikat berbahan plastik keras atau baja untuk mengunci muatan yang sangat berat agar tetap menyatu dengan palet.
- Container (Peti Kemas): Dalam pengiriman ekspor-impor, kontainer logam bisa dianggap sebagai lapisan tersier terluar.
Faktor Teknis dalam Memilih Spesifikasi Kemasan
Selanjutnya, untuk menciptakan sistem pengemasan yang benar-benar efisien dan aman, kami menyarankan Anda mempertimbangkan beberapa detail teknis berikut:
1. Efisiensi Dimensi dan Biaya Logistik
Dari laporan Empty Space Economy oleh DS Smith dan Forbes Insights, 24% pengiriman dari supplier berisi ruang kosong (empty space).[3]
Ruang kosong berarti lebih banyak kontainer, truk, dan bahan pengisi (air pillows, polystyrene, kertas filler) yang digunakan tanpa manfaat nyata.
Itulah pentingnya menentukan dimensi kemasan sekunder dan tersier yang pas dengan produk (fit-to-product). Bukan hanya menghemat material, tetapi juga memaksimalkan ruang kargo.
Pada laporan yang sama, perusahaan bisa memangkas 25% biaya logistik dan kemasan jika desainnya lebih efisien.
2. Karakteristik Fisik Produk
Tidak ada satu jenis kemasan yang cocok untuk semua produk (one size fits all). Jadi, analisis kerentanan untuk setiap jenis produk Anda:
- Produk Cair: Membutuhkan kemasan primer yang anti-bocor dan kemasan sekunder dengan tanda “This Side Up” (Arah Atas) serta sekat pemisah.
- Produk Elektronik: Sangat sensitif terhadap guncangan dan listrik statis. Memerlukan kemasan sekunder dengan busa pelindung (PE Foam) dan kantong anti-statis.
- Produk Segar: Membutuhkan kemasan dengan ventilasi udara untuk mencegah pembusukan.
3. Keberlanjutan (Sustainability)
Tekanan konsumen terhadap isu lingkungan juga memaksa brand untuk berpikir ulang tentang material kemasan mereka.
Tren saat ini adalah penggunaan mono-material (satu jenis bahan) agar mudah didaur ulang. Kardus (corrugated) menjadi pilihan favorit karena tingkat daur ulangnya yang tinggi.[4]
Mengganti styrofoam dengan sisipan kardus sebagai pelindung barang elektronik juga menjadi salah satu langkah keberlanjutan yang populer.
Solusi Kemasan Terintegrasi untuk Bisnis Anda
Dari pembahasan di atas, jelas bahwa kemasan produk adalah sebuah sistem yang harus terintegrasi, terdiri dari lapisan primer, sekunder, dan tersier. Setiap lapisannya memiliki peran vital yang saling mendukung.
Jika Anda membutuhkan solusi kemasan all-in-one, hubungi saja PT KSM. Produksi corrugated dan cetak offset berkualitas kami kerjakan dalam satu atap. Kami melayani kapasitas produksi besar bagi perusahaan di sektor otomotif, FMCG, retail, hingga pabrik peralatan rumah tangga.
Langsung saja hubungi tim PT KSM melalui WhatsApp untuk menceritakan apa saja jenis-jenis kemasan produk yang Anda butuhkan.